KENDARI – Dalam upaya merespons tantangan lingkungan di era digital, Universitas Mandala Waluya melalui organisasi mahasiswa telah meluncurkan sebuah penelitian inovatif yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan pengolahan limbah pertanian. Proyek penelitian tersebut merupakan kolaborasi erat antara dosen dari Fakultas Teknik dan Pertanian dengan mahasiswa dari berbagai program studi, yang dilaksanakan pada 18 April 2026 di Laboratorium Riset Terpadu kampus.
Penelitian yang diberi nama “SMART Agro Waste Management System” ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian di Sulawesi Tenggara, khususnya di sekitar wilayah Kendari dan sekitarnya. Dengan populasi petani yang signifikan di region ini, limbah pertanian seperti jerami, ampas tebu, dan kulit kopi menjadi masalah lingkungan yang perlu solusi berkelanjutan. Inisiatif penelitian ini menunjukkan komitmen Universitas Mandala Waluya dalam mengembangkan teknologi hijau yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat lokal.
“Kami memahami bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi pertanian yang luar biasa, namun pengelolaan limbahnya masih menjadi tantangan serius. Penelitian ini lahir dari kebutuhan nyata untuk menciptakan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi tambah kepada petani lokal,” ungkap Dr. Ir. Samsul Bahri, S.T., M.Sc., Ketua Tim Penelitian dari Fakultas Teknik Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers yang digelar di Auditorium Pusat Mahasiswa kampus pada Jumat pagi tersebut.
### Latar Belakang dan Motivasi Penelitian
Permasalahan limbah pertanian di Sulawesi Tenggara telah menjadi isu krusial selama bertahun-tahun. Setiap tahunnya, jutaan ton limbah pertanian dihasilkan dari sektor perkebunan, persawahan, dan perkebunan kelapa sawit. Sebagian besar limbah tersebut hanya ditumpuk atau dibakar, yang berkontribusi pada pencemaran udara dan emisi karbon dioksida yang meningkatkan jejak karbon regional.
Mahasiswa angkatan 2023 dari Program Studi Teknik Informatika, Sinta Ramadhani, menceritakan bagaimana ide penelitian ini awalnya muncul dari hasil kunjungan lapangan ke desa-desa pertanian di Kabupaten Konawe. “Saat kami berkunjung ke beberapa lokasi pertanian bersama dosen pembimbing, kami melihat langsung bagaimana petani kesulitan mengelola limbah mereka. Banyak limbah yang terbuang percuma, padahal sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi kompos, biofuel, atau bahan baku industri lainnya,” cerita Sinta, yang kini menjadi salah satu peneliti utama dalam proyek ini.
Observasi lapangan ini kemudian ditindaklanjuti dengan studi literatur mendalam tentang teknologi AI dan machine learning yang dapat diterapkan untuk optimalisasi pengelolaan limbah. Tim peneliti menemukan bahwa teknologi computer vision dan predictive analytics dapat membantu mengidentifikasi jenis limbah dengan akurasi tinggi, serta memprediksi potensi nilai ekonomi dari setiap limbah yang dihasilkan.
### Metodologi dan Teknologi yang Digunakan
Penelitian SMART Agro Waste Management System menggunakan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan expertise dari berbagai bidang. Dari sisi teknik, tim menggunakan algoritma neural networks untuk image recognition yang mampu mengklasifikasi limbah pertanian dengan akurasi mencapai 94 persen. Algoritma ini dilatih menggunakan dataset yang terdiri dari ribuan foto limbah pertanian asli dari lapangan.
Dr. Bambang Sutrisno, Ph.D., Dekan Fakultas Teknik Universitas Mandala Waluya, menjelaskan detail metodologi tersebut dengan antusias: “Kami menggunakan kombinasi teknologi edge computing dan cloud-based analytics. Sensor IoT (Internet of Things) yang dipasang di lokasi pengumpulan limbah akan mengumpulkan data real-time tentang volume, jenis, dan karakteristik limbah. Data ini kemudian diproses oleh AI model kami untuk memberikan rekomendasi pemanfaatan optimal. Misalnya, jika limbah terdeteksi sebagai jerami padi berkualitas tinggi, sistem akan merekomendasikan untuk diproses menjadi pakan ternak berkualitas tinggi atau bahan baku biochar.”
Selain komponen teknologi, aspek agronomi dan ekonomi juga menjadi fokus penelitian. Mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Adi Pratama, menjelaskan bahwa timnya bertanggung jawab mengembangkan protokol pengolahan limbah yang sustainable. “Kami melakukan eksperimen komposting dengan berbagai campuran limbah untuk menghasilkan kompos bernutrisi tinggi yang dapat langsung digunakan petani. Dalam enam bulan pengujian, kami berhasil menghasilkan kompos dengan kandungan nitrogen 2,8 persen, fosfor 0,9 persen, dan kalium 1,5 persen, yang melampaui standar SNI kompos kualitas premium,” tambah Adi dengan kebanggaan.
### Peran Organisasi Mahasiswa dalam Penelitian
Keterlibatan organisasi mahasiswa, terutama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Riset dan Inovasi, menjadi pilar penting kesuksesan penelitian ini. Melalui organisasi mahasiswa, tim peneliti berhasil melibatkan lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai program studi dan tahun akademik.
Hendra Wijaya, Ketua BEM Universitas Mandala Waluya, mengungkapkan dukungan organisasi mahasiswa terhadap inisiatif ini: “BEM percaya bahwa penelitian seperti ini adalah investasi terbaik untuk masa depan mahasiswa dan masyarakat Sulawesi Tenggara. Kami memfasilitasi pendanaan awal melalui dana BEM, mengorganisir focus group discussion dengan stakeholder pertanian, dan membantu dalam disseminasi hasil penelitian. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial organisasi mahasiswa kami.”
Ketua UKM Riset dan Inovasi, Kartika Sari, menambahkan bahwa kegiatan penelitian ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa. “Para mahasiswa yang terlibat mendapatkan pengalaman langsung dalam merancang, melaksanakan, dan mendokumentasikan penelitian ilmiah. Beberapa dari mereka sudah menghasilkan publikasi di jurnal nasional terakreditasi dan seminar internasional. Ini adalah bukti bahwa penelitian ini bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mengembangkan kompetensi akademis mahasiswa,” tutur Kartika.
### Target dan Luaran Penelitian
Target utama penelitian SMART Agro Waste Management System adalah mengembangkan prototipe sistem yang dapat diimplementasikan di minimal lima lokasi pertanian di Sulawesi Tenggara dalam tahun 2026. Selain itu, tim peneliti menargetkan publikasi hasil penelitian di 10 jurnal internasional terindeks Scopus dan menghasilkan minimal dua artikel di jurnal nasional terakreditasi SINTA.
Dari aspek produk inovasi, tim peneliti juga berkomitmen untuk mengajukan hak paten atas algoritma AI yang dikembangkan. “Kami berencana untuk mendaftarkan intellectual property kami di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Ini penting untuk melindungi inovasi yang telah dikerjakan tim dan membuka peluang lisensi teknologi kepada industri di masa depan,” jelas Dr. Samsul Bahri.
Luaran penelitian juga mencakup pengembangan panduan implementasi SMART Agro Waste Management System yang dapat diakses oleh petani dan kelompok tani secara umum. Panduan ini akan disusun dalam bahasa lokal dan dilengkapi dengan video tutorial untuk memudahkan adopsi teknologi.
### Dampak Ekonomi dan Lingkungan yang Diharapkan
Potensi dampak penelitian ini sangat signifikan, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian, penelitian ini diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon dari pembakaran limbah pertanian hingga 40 persen dalam tiga tahun implementasi. Selain itu, penciptaan nilai tambah dari limbah diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan petani lokal rata-rata 25 persen hingga 35 persen.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Mochammad Nasir, S.T., M.T., menyampaikan optimismenya terhadap penelitian ini dalam acara peluncuran: “Penelitian SMART Agro Waste Management System adalah representasi sempurna dari visi Universitas Mandala Waluya untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi katalyst untuk transformasi sektor pertanian di Sulawesi Tenggara menuju praktik berkelanjutan.”
### Kemitraan dan Kolaborasi Stakeholder
Kesuksesan penelitian ini juga didukung oleh kemitraan strategis dengan berbagai stakeholder eksternal. Pemerintah Daerah Kendari melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan telah menyediakan akses ke lokasi pertanian untuk uji coba lapangan. Selain itu, beberapa perusahaan agribisnis lokal juga turut terlibat dalam diskusi aplikasi praktis teknologi yang dikembangkan.
“Kami sangat apresiasi dengan inisiatif Universitas Mandala Waluya. Penelitian ini sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan. Kami siap mendukung implementasi teknologi ini di lapangan dan memfasilitasi pertemuan dengan kelompok tani untuk sosialisasi,” kata Dra. Suryani, M.P., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kendari.
### Kendala dan Tantangan yang Dihadapi
Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil yang menjanjikan, tim peneliti juga menghadapi beberapa kendala teknis dan administratif. Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan data training yang cukup untuk melatih algoritma AI. “Kami memerlukan ribuan dataset foto limbah pertanian dengan variasi kondisi alam yang berbeda. Mengumpulkan data ini memerlukan waktu dan upaya yang signifikan,” ungkap Sinta Ramadhani.
Selain itu, keterbatasan infrastruktur komputasi juga menjadi hambatan. Untuk memproses volume data yang besar dan melatih deep learning model, diperlukan computational resources yang mahal. Universitas Mandala Waluya telah mengalokasikan dana untuk membeli GPU server berkinerja tinggi, namun investasi ini masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan penelitian.
Tantangan lainnya adalah adopsi teknologi di lapangan. Sebagian besar petani masih tradisional dan belum familiar dengan teknologi digital. Tim peneliti merencanakan program literasi digital komprehensif untuk memastikan transisi yang smooth dari sistem pengelolaan limbah konvensional ke sistem berbasis AI.
### Rencana Ke Depan dan Ekspansi Penelitian
Dengan momentum positif yang telah dibangun, tim peneliti merencanakan ekspansi penelitian ke bidang-bidang terkait. Salah satu rencana adalah mengintegrasikan blockchain technology untuk menciptakan supply chain transparency dalam pemanfaatan limbah pertanian. “Kami ingin mengembangkan sistem yang memungkinkan tracking lengkap limbah sejak dari sumber sampai menjadi produk final, dengan record yang immutable dan terverifikasi,” kata Dr. Bambang Sutrisno.
Rencana lain mencakup pengembangan mobile application yang user-friendly sehingga petani dapat langsung mengakses sistem rekomendasi pemanfaatan limbah mereka melalui smartphone. Aplikasi ini juga akan dilengkapi dengan market intelligence feature yang memberikan informasi harga real-time untuk berbagai produk limbah pertanian yang dimanfaatkan.
Universitas Mandala Waluya juga merencanakan untuk mengajukan penelitian ini ke berbagai kompetisi penelitian nasional dan internasional. Beberapa dari kompetisi tersebut menawarkan hadiah dan funding yang signifikan, yang dapat digunakan untuk mempercepat proses inovasi dan implementasi.
### Testimoni Mahasiswa Peneliti
Antusiasme mahasiswa terhadap penelitian ini sangat tinggi. Muhammad Rizki, mahasiswa angkatan 2022 dari Program Studi Teknik Elektro, mengungkapkan pengalamannya: “Terlibat dalam penelitian ini membuka wawasan saya tentang aplikasi praktis ilmu teknik untuk menyelesaikan masalah nyata. Saya belajar tidak hanya tentang teknologi AI dan IoT, tetapi juga tentang bagaimana bekerja dalam tim multidisiplin dan berkomunikasi dengan stakeholder non-teknis. Skill-skill ini akan sangat berharga saat kami memasuki dunia kerja.”
Dewi Lestari, mahasiswa dari Program Studi Manajemen Pertanian, juga berbagi testimoni positifnya: “Melalui penelitian ini, saya menyadari bahwa manajemen pertanian modern harus mengintegrasikan teknologi informasi. Saya sekarang percaya bahwa generasi saya bisa memainkan peran signifikan dalam transformasi sektor pertanian. Penelitian ini memberikan saya inspirasi dan kepercayaan diri untuk melanjutkan studies ke jenjang yang lebih tinggi.”
### Penutup
Peluncuran penelitian SMART Agro Waste Management System oleh Universitas Mandala Waluya merepresentasikan komitmen institusi dalam mendorong inovasi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Melalui kolaborasi erat antara dosen, mahasiswa, organisasi mahasiswa, dan stakeholder eksternal, penelitian ini menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi agen perubahan sosial dan lingkungan.
Kedepannya, diharapkan penelitian ini tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah dan inovasi teknologi, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi kehidupan petani dan kelestarian lingkungan Sulawesi Tenggara. Kesuksesan SMART Agro Waste Management System juga diharapkan dapat menginspirasi penelitian-penelitian inovatif lainnya di Universitas